Time Management dalam Islam

palms-clockAllah menciptakan waktu dan tahu waktu yang ada itu sudah cukup untuk istirahat, kerja mencari rezeki-Nya, dan mengerjakan ibadah, baik ibadah wajib atau sunnah. Orang sukses ialah orang yang memanfaatkan waktunya untuk ketiga hal tersebut dan orang celaka ialah orang yang tidak menggunakan waktunya untuk ketiga hal tersebut. Diriwayatkan dari Asma’ binti Abu Bakar radhiyallahuanhuma yang berkata, “Aku dinikahi Az-Zubair dan ia tidak memiliki harta sepeser pun di dunia selain kuda dan unta pengangkut air. Aku memberi makan kepada kuda milik Az-Zubair, memeliharanya, menumbuk biji-bijian untuk unta, mengambil air, menjahit timba besar, membuat tepung, dan mengangkut biji-bijian diatas kepala sejauh dua pertiga farsakh (satu farsakh = 8 Km), hingga akhirnya Abu Bakar mengirim pembantu kepadaku. Pembantu tersebut membantuku dan ia seperti memerdekakanku.” (Diriwayatkan Al-Bukhari dan Muslim). Sekarang, mari kita bertanya kepada diri kita masing-masing! Apakah kita sejalan dengan mereka dalam menggunakan waktu kita? Apa yang akan kita kerjakan di sela-sela dua puluh empat jam? Ada jam-jam khusus bagi kita untuk tidur dan istirahat. Menurut ilmuwan, waktu untuk tidur dan istirahat itu delapan jam, yang bisa berkurang bagi orang yang bersemangat tinggi dan terasa kurang bagi orang yang lalai. Jadi, kita punya waktu enam belas jam untuk kerja dan ibadah. Berapa kira-kira waktu yang dipakai untuk bekerja dan beribadah? Andai kita berkata jujur kepada diri kita, kita tahu waktu yang kita pakai untuk mengurusi dunia itu lebih banyak ketimbang waktu yang kita gunakan untuk beramal untuk akhirat. Ini tentu bertentangan dengan tujuan penciptaan kita, yaitu beribadah dan mencari bekal untuk bertemu Allah pada hari, di mana harta dan anak tidak berguna, kecuali orang yang datang kepada-Nya dengan hati yang bersih. Siapa yang beramal untuk akhirat, ia beruntung dan sukses besar. Sedangkan orang yang malas, ia rugi. Rasulullah Shallalahu alaihi wa sallam bersabda,

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنْ النَّاسِ الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Ada dua nikmat dan banyak orang yang rugi di dalamnya. Yaitu (nikmat) sehat dan (nikmat) waktu luang.”

Banyak sebab yang membuat waktu hilang secara sia-sia. Diantaranya sebagai berikut:

  1. Cinta Dunia
  2. Panjang angan-angan dan suka menunda
  3. Banyak menghabiskan waktu dengan televisi dan video (VCD)
  4. Begadang karena mengerjakan hal-hal yang mubah dan banyak tidur di siang hari
  5. Tidak memperhatikan urgensi dan skala prioritas suatu pekerjaan

Time-Management  Setelah tahu urgensi waktu dan sebab-sebab orang tidak menghargai waktunya, maka kita sekarang membahas beberapa tips menjaga waktu, agar waktu tidak terbuang sia-sia. Tips-tips tersebut sebagai berikut::

  1. Mencari bekal di dunia dan akhirat
  2. Tidak panjang angan-angan dan segera mengerjakan kebaikan
  3. Evaluasi Diri
  4. Menggunakan waktu-waktu mulia di malam dan siang hari secara maksimal
  5. Mengisolir diri kecuali dari orang-orang yang shalih
  6. Mengetahui biografi orang-orang sukses dalam memanfaatkan waktu mereka
  7. Mengelola Waktu
  • Orang sukses adalah orang yang seluruh waktunya efektif. Ia mengusahakan sarat dengan kebaikan dan kebermanfaatan baik bagi diri sendiri ataupun untuk orang lain.
  • Evaluasi diri, aturlah kegiatan kita.
  • Buatlah kesibukan yang baik di setiap waktu.
  • Jangan lupa buat skala prioritas mana yang perlu dikerjakan terlebih dahulu hingga pada urutan terakhir. Ikutilah maka waktu kita akan berkah.

Seorang penyair berkata,Bertemu dengan manusia itu tidak menghasilkan apa-apa Selain ngelantur membicarakan hal-hal yang tidak jelas Maka, kurangi bertemu dengan manusia Kecuali untuk menimba ilmu atau memperbaiki hati.” Diriwayatkan Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

kerjakan amal-amal (shalih) sebelum datangnya tujuh hal. Kalian tidak menunngu apa-apa selain kemiskinan yang melupakan, atau kekayaan yang membuat orang melewati batas, sakit yang merusak, atau tua yang membuat pikun, atau kematian yang membunuh dengan mendadak, atau dajjal yang merupakan sesuat yang ghaib yang paling buruk untuk ditunggu, atau Hari Kiamat dan Hari Kiamat itu sangat dahsyat dan amat pahit.”

(Diriwayatkan At-Tirmidzi dengan sanad hasan)

Referensi :

Ilham Ibrahim. 2005. Manajemen waktu muslimah. Jakarta : Ad-Nadwah.

Rosita E.K., M.Si.. Manajemen Waktu yang Efektif. Diakses tanggal 26 November 2014. http://staff.uny.ac.id/

Departemen Teknik Industri. Keterampilan Mengatur Waktu. Diakses tanggal 26 November 2014. http://staff.ui.ac.id/

Merza Gamal. Mempelajari Manajemen Waktu Islami . Diakses tanggal 27 November 2014. http://kotasantri.com/